Tuesday, 14 July 2009

KPU Jangan Paksakan Gelar Pilpres

Juru bicara blok perubahan Adhie M Massardi meminta KPU jangan memaksakan diri untuk menggelar pilpres , jika DPTnya masih amburadul . Apalagi, sejumlah kasus DPT seperti di Jatim, kondisinya malah lebih parah dibandingkan DPT pada pemilu legislatif lalu.

"Saya khawatir, pilpres bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya konflik politik serius. Bahkan bisa lebih parah dari kondisi di Iran sekarang . Sebab DPT artinya akan berubah menjadi delegitimasi presiden terpilih, yang akan memicu perseteruan politik," ujar Adhie, Kamis (2/7) malam.

Mantan jubir presiden Abdurrahman Wahid ini , juga mengingatkan KPU sebagai penyelenggara pemilu presiden, agar tidak menggunakan kewenangan yang dimilikinya untuk memenangkan salah satu kandidat presiden.

"Saya berharap , semua capres perduli terhadap kondisi DPT yang amburadul ini," ujar Adhie Massardi.

Direktur LSI Bantah Didanai Obama

Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA membantah mendapatkan dana dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk melakukan quick count pada Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) pada tanggal 8 Juli 2009 lalu.

"Semua dana yang digunakan LSI baik survei quick count, murni bersumber dari dana sendiri," kata Direktur LSI Denny JA, tanpa menyebut rinci dari mana sumber dana tersebut berasal, di Jakarta, Selasa.

Golkar Dan PDIP Terancam Jadi Partai Gurem

Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terancam jadi partai gurem pada pemilihan umum presiden (Pilpres) tahun 2014, bila tak cepat melakukan regenerasi politik dan "repositioning".

"Jika tidak melakukan regenerasi politik dan "repositioning", maka kedua partai ini akan dikenang sebagai partai gurem," kata Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia, Denny JA di Jakarta, Selasa.

Regenerasi politik, kata Denny sangat penting guna mempersiapkan generasi muda yang akan memimpin dan kemudian membesarkan partai ini.

Sedangkan "repositioning", kata Denny merupakan salah satu wahana penyegaran platform parpol sehingga akan mampu bangkit kembali, bahkan menjadi pemenang pemilu.

"Bila kedua partai ini berhasil melaksanakan regenerasi dan "repositioning" tersebut, maka partai ini masih akan mampu tampil sebagai partai besar yang bisa menguasai Pilpres di Indonesia," kata Denny.

Denny mengatakan untuk partai Golkar, diperkirakan tidak jauh dari pemerintahan, artinya petinggi partai ini akan berusaha dekat dengan kekuasaan yang ada sekarang.

"Sudah menjadi wacana publik bahwa energi partai Golkar selalu memerintah, makanya meskipun jadi oposisi, maka partai ini akan berusaha dekat dengan pemerintah," kata Denny.

Survei dini yang dilakukan LSI, kata Denny menunjukkan keinginan masyarakat yang jadi responden, yakni terjadi perubahan tokoh yang akan bertarung sebagai calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres tahun 2014.

"Sebagian besar masyarakat responden menyatakan, keinginan harus ada perubahan tokoh politik yang akan diusung menjadi pemimpin bangsa ke depan," kata Denny.

Apakah dari kalangan militer atau pun sipil, kata Denny saat ini tidak jadi lagi dipersoalkan, yang penting tokoh muda yang mampu berinteraksi dengan kultur global.

"Kalau saya perkirakan tokoh politik yang akan mampu menguasai parpol ke depan yakni mereka yang jadi tokoh selama reformasi berlangsung di Indonesia," kata Denny. (*)

Hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009

Pilpres
Saya sama sekali tidak bermaksud untuk mempublikasikan kemampuan supranatural ataupun menunjukkan kemampuan main tebak-tebakan tingkat tinggi, apalagi mempublikasikan hasil survey dari pihak-pihak tertentu, namun ini memang soal hasil pemilihan presiden atau pilpres 2009 kali ini.
8 Juli 2009, kembali rakyat Indonesia disuguhi sebuah prosesi demokrasi yang mewujud dalam bentuk pemilihan presiden. Bagi sebagian orang, ini adalah keikutsertaan yang kesekiankalinya, dan bagi sebagian yang lain ini adalah untuk yang pertama kalinya.

Sebagian orang akan menggunakan hak pilihnya dengan jalan menjatuhkan pilihan dan dukungan kepada salah satu calon, dan sebagian pihak yang lain memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya. Silakan saja…

Terlepas dari soal hak pilih tersebut, bagaimanakah hasil pemilihan presiden atau pilpres 2009 kali ini ? Berikut yang dapat saya gambarkan …

Bahwa pasca 2009 Indonesia akan memiliki pertumbuhan ekonomi yang positif dan mampu mengurangi tingkat pengangguran secara gradual. Pada gilirannya, kesejahteraan rakyat akan dapat ditingkatkan.

Pemerataan pembangunan di negeri ini akan diwujudkan. Sentra-sentra ekonomi akan tumbuh secara merata di seluruh negeri dan tidak akan lagi terpusat pada salah satu wilayah saja.

Pendidikan dan kesehatan masyarakat akan sangat diperhatikan dan menjadi pilar utama peningkatan kesejahteraan rakyat. Karenanya rasanya sangat mustahil bicara kesejahteraan tanpa dua faktor penting ini.